Catatan di Waktu Senggang: Januari 2012, bulan yang sangat berkesan

Jumat, 20 Januari 2012

Januari 2012, bulan yang sangat berkesan

Ya, bulan Januari 2012 sekarang sangat berarti bagiku. Beberapa momen penting terjadi pada bulan ini. 
Momen pertama adalah ulang tahun istriku yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Tahun ini dia tepat berusia 32,  tahun, "Nggak terasa ya aku sudah tua....." katanya. Tapi menurutku dia tetap muda dan cantik seperti 12 tahun yang lalu saat kami pertama bertemu.

Momen kedua adalah ulang tahun anak kedua kami, tahun ini dia tepat berusia 2 tahun. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Masih segar di ingatanku saat dia lahir, bagaimana repotnya kami menjelang  kelahirannya. Waktu itu aku dijadwalkan kerja malam, sekitar jam 21.00 istriku merasakan perutnya mulas seperti mau melahirkan dan memang menurut perhitungan dokter  pada satu minggu tersebut diperkirakan istriku akan melahirkan, istriku pun menelepon aku di tempat kerja. Setelah mendapat telepon aku segera pulang dan bermaksud membawa istriku ke bidan. Sampai di  bidan ternyata belum ada tanda-tanda akan   melahirkan, kami diminta untuk menunggu sampai besoknya. Keesokan hari sekitar pukul 09.00 istriku merasakan mulas yang terus-menerus dan akupun  membawa dia kembali ke bidan, setelah sampai di bidan dan diperiksa ternyata tetap belum ada tanda-tanda akan melahirkan dan kami pun kembali ke rumah. Pada tepat siang hari istriku kembali merasakan mulas yang sangat dan kami pun  kembali ke bidan, sampai di bidan dan kemudian diperiksa dan diketahui istriku akan melahirkan. Setelah beberapa lama istriku berjuang dalam  proses persalinan, tepat pada tanggal 10 bulan 01 tahun 2010 jam 1 siang anak kami yang  kedua yang ternyata perempuan lahir dengan selamat. Kami mengucap syukur pada Tuhan atas semua karunia Nya.
Momen ketiga terjadi pada tanggal 12 Januari yaitu anakku yang pertama dikhitan. Suatu hal yang tidak aku duga sebelumnya jika ternyata dia benar-benar berani dikhitan. Awalnya aku hanya iseng menanyakan apakah dia sudah mau dikhitan, dia memang menjawab mau tapi aku sendiri masih ragu-ragu karena jawabannya masih belum tegas. Dia lalu menanyakan jika dikhitan apakah boleh minta hadiah sepeda dan aku jawab tentu saja boleh. Kemudian untuk mengetahui apakah memang dia sudah berani dikhitan akupun membelikannya sepeda untuk aku lihat apakah setelah aku membelikannya sepeda dia tetap  mau dikhitan. Ternyata dia tetap mau dikhitan dan akhirnya aku dan istriku sepakat mengkhitankan dia pada tanggal 12 januari tersebut. Saat proses khitan pun sangat di luar dugaan, anakku tidak menangis hanya beberapa kali dia merintih karena menahan sakit saat disuntik obat pebahan sakit. Proses khitan pun berjalan lancar dan mantri khitan pun mengatakan bahwa anakku termasuk pasien yang paling tenang yang pernah dia tangani. Setelah anakku menahan sakit  selama proses khitan dia pun tersenyum lebar karena banyak uang saku berdatangan ke dirinya dari saudara dan teman-temanya "Uangku sudah berapa sekarang?..." tanya dia setiap ada saudara atau teman yang menjenguknya dan memberinya uang saku.
Begitu berkesan bulan Januari ini, terima kasih Tuhan atas semua karunia, rejeki dan anugrahMu pada kami sekeluarga.

  

2 komentar :

  1. jadi inget masa kecil dulu, mau di khitan lari sembunyi

    BalasHapus
  2. trims udah berkunjuung.....

    BalasHapus

host gator coupon Link Bait Service SEO Software