Sepanjang pekan ini berita internasional banyak diisi tentang terungkapnya aksi penyadapan beberapa petinggi Indonesia oleh australia. Hubungan bilateral pun memanas karena australia melalui perdana menteri tony abbot sampai saat ini menyatakan tidak akan meminta maaf atas aksi penyadapan yang dilakukan australia terhadap Indonesia karena mengganggap penyadapan informasi dari negara lain adalah kewajaran dalam menjaga kedaulatan setiap negara.
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 November 2013
Kamis, 22 Desember 2011
Hari Ibu, Momen Untuk Introspeksi Diri
Tepat hari ini 22 Desember merupakan peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia. Seperti kita tahu penetapan peringatan hari ibu berdasarkan pada berlangsungnya konggres wanita pada tanggal 22- 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Saat itu para tokoh perempuan bangsa Indonesia berkumpul untuk bersama-sama menyatukan tekad dan semangat dalam rangka mendukung perjuangan mencapai kemerdekaan dan perbaikan nasib perempuan. Berbagai isu tentang peran serta perempuan dibicarakan mulai yang berhubungan dengan keluarga sampai dengan yang berhubungan dengan kemerdekaan bangsa.
Label:
Blogging
,
catatan di waktu senggang
,
Edukasi
,
hari ibu
,
ibu
,
indonesia
,
konggres
,
kowani
,
Sosial
,
tri prasetyo dumadi
Minggu, 11 Desember 2011
Lembaga Peradilan Harus Independen
Peristiwa penting terjadi pada hari Jumat (9 Desember 2011) kemarin yaitu permintaan maaf resmi Pemerintah Belanda terhadap korban peristiwa Pembantaian Rawagede . Peristiwa Rawagede terjadi pada tahun 1947 saat tentara Belanda menggadakan Agresi Militer I dan menelan korban 431 penduduk laki-laki Rawagede karena dieksekusi.
Label:
Blogging
,
catatan di waktu senggang
,
Edukasi
,
hukum
,
indonesia
,
pengadilan
,
tri prasetyo dumadi
Minggu, 24 Juli 2011
Untung Rugi Jika Nazaruddin Pulang
Beberapa waktu terakhir berita tentang Nazaruddin memenuhi ruang di banyak media massa. Seolah-olah seperti selebritis dadakan namanya selalu menjadi headline. Apalagi setelah wawancara jarak jauh secara langsung dengan salah satu stasiun televisi di Indonesia, pemberitaan semakin panas apalagi bagi beberapa orang yang namanya tersebut dalam wawancara tersebut.
Yang menjadi pertanyaan apakah Nazaruddin akan pulang ke Indonesia atau tidak? ini yang menarik untuk ditelaah apa untung ruginya jika Nazaruddin jadi pulang ke Indonesia. Kira-kira jika Nazaruddin pulang analisanya seperti ini:
Keuntungan:
- Proses hukum tentang kasus Nazaruddin bisa diteruskan ke arah positif karena pemeriksaan terhadap yang bersangkutan bisa dilaksanakan.
- Para penegak hukum berkesempatan untuk menunjukkan kapabilitasnya dan membuat prestasi saat menangani kasus tersebut karena jika kasus ini berhasil dengan baik dan memuaskan rakyat maka citra penegak hukum bisa membaik
- Bagi Partai Demokrat ini merupakan kesempatan memperbaiki citra karena berhasil "memulangkan Nazaruddin" setelah ada dugaan Nazaruddin sengaja disembunyikan oleh Partai Demokrat. Dan Demokrat punya bukti yang konkrit sehingga berkesempatan untuk membersihkan dirinya dari anggota yang bermasalah terkait perkataan Nazaruddin saat wawancara
- Proses pemberantasan korupsi di Indonesia tidak tersendat dan rakyat Indonesia berkesempatan mendapatkan seorang atau beberapa orang koruptor untuk dihukum
Kerugian:
- Pemerintah Indonesia akan keluar biaya untuk menjemput Nazaruddin karena tidak mungkin dia akan pulang sendiri, apalagi Nazaruddin merasa terancam jiwanya jika pulang ke Indonesia. Biayanya akan mahal karena tidak mungkin petugas yang diutus kesana mau pergi dengan fasilitas kelas ekonomi, pasti mintanya kelas VIP (pesawat, hotel, makan dll....."senyum")
- Bagi mereka yang namanya disebut oleh Nazaruddin juga akan keluar biaya dan energi yang banyak. Untuk sewa pengacara (apalagi team pengacara), biaya dan proses loby penegak hukum untuk mencari kemenangan proses hukum. Selama Nazaruddin belum pulang mereka masih tenang karena proses pemeriksaan tidak akan dilakukan karena tidak ada bukti konkrit dari Nazaruddin, hanya berupa omongan saja (di Indonesia, seorang terdakwa dengan bukti yang kuat saja masih bisa lolos dari hukum apalagi jika tidak ada bukti)
- Bagi Pemerintah dan DPR, hal ini semakin memperburuk citra karena terbukti berisi orang-orang yang tidak bermoral baik (jika perkataan Nazaruddin benar dan bisa menyeret beberapa orang untuk diadili). Rakyat semakin yakin terhadap bobroknya moral para pejabat di Indonesia
- Bagi saya sendiri kerugiannya adalah ada kemungkinan acara televisi favorit berubah karena telivisi lebih memilih menayangkan jalannya proses hukum terhadap Nazaruddin misalnya siaran langsung kepulangan Nazaruddin.....(keluh)
Demikian keuntungan dan kerugian pulangnya Nazaruddin, tapi bagi saya sendiri sebaiknya Nazaruddin pulang supaya semuanya jadi jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran yang panjang dan memusingkan terkait masalah Nazaruddin ini, saya sebagai rakyat Indonesia terlalu capek karena selalu menerima kenyataan bahwa begitu banyak kerusakan pada negeri ini....
Label:
Blogging
,
catatan di waktu senggang
,
Edukasi
,
indonesia
,
Sosial
,
tri prasetyo dumadi
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
