Catatan di Waktu Senggang

Minggu, 19 Juni 2011

Jam_Gadang_Bukit_Tinggi

Oleh Famega Syavira Putri

Penjajahan Belanda di Indonesia meninggalkan jejaknya di Bukittinggi. Kenang-kenangan itu berupa Jam Gadang yang menjadi ciri khas kota.

Jam ini dibangun pada 1926, sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota. Hingga kini menara Jam Gadang masih menjadi bangunan tertinggi di Bukittinggi.



Jam Gadang dilengkapi lonceng besar di bagian atasnya. Di lonceng itu tertera pabrik pembuat jam: “Vortmann Relinghausen, I.W Germany”. Vortman adalah nama belakang pembuat jam ini, Benhard Vortmann. Recklinghausen adalah nama kota tempat mesin jam diproduksi di Jerman pada 1892.

Karena uniknya mesin jam ini, tidak ada montir yang bisa memperbaiki. “Jadi kalau rusak atau macet, kami perbaiki sendiri,” kata Yusrizal, satu dari empat petugas penjaga jam.Para penjaga tak pernah belajar memperbaiki mesin jam secara formal. Pengetahuan teknis mengenai jam ini diajarkan secara turun-temurun dan terbukti berhasil karena kerusakan kecil pada jam selalu berhasil diperbaiki oleh mereka.



“Kecuali saat gempa tahun 2007. Bandul jam sempat patah dan harus diganti,” kata Andre, petugas jaga yang lain. Gempa di Padang tahun 2010 juga membuat dinding menara retak, namun tak merusak mesin jam.

Andre dan Yusrizal sedang bertugas jaga siang, bergantian dengan dua orang petugas yang akan berjaga pada malam hari. Empat orang itulah yang melakukan seluruh pemeliharaan. Mereka bertugas merawat jam, menjaga keamanan, hingga menyapu lantai. Kecuali telah mendapatkan izin, pengunjung dilarang memasuki bagian dalam menara.

Bagian dalam menara terdiri dari beberapa tingkat. Tingkat paling atas adalah tempat penyimpanan lonceng. Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah. Menaiki tangga kecil ke atas cukup menguras tenaga. Tetapi perjuangan menaiki anak tangga itu tentunya terbayar.


Bagian dalam jam yang tak bisa dimasuki sembarang orang. Foto: Famega Syavira


Mesin jam yang keahlian memperbaikinya dipelajari secara turun-temurun. Foto: Famega Syavira

Dari atas menara, tampaklah kota yang dikeliligi tiga gunung: Singgalang, Merapi dan Sago.

Jam Gadang menjadi pusat penanda kota Bukittinggi. Acara-acara kota biasanya diselenggarakan di lapangan dekat menara ini. Salah satunya sebagai titik dimulainya etape ke-4 Tour de Singkarak pada 9 Juni 2011.



Tempat ini juga menjadi ruang interaksi favorit warga. Pada hari kerja pun lapangan di sekitar Jam Gadang tampak ramai. Anak-anak berlarian dan bermain dengan gelembung sabun, sementara orangtua mereka duduk-duduk di keteduhan. Sebuah ruang publik gratis yang seharusnya ada di setiap kota di Indonesia

(posting artikel ini karena teringat beberapa tahun yang lalu pernah berkunjung ke Bukitinggi)

Trik Mengatasi Anak Mengamuk

 
TRIBUNNEWS.COM - Anak yang mengamuk di tempat publik mungkin akan membuat Anda sangat malu. Sebagian orangtua juga sering tidak tahu harus berbuat apa sehingga memilih untuk "bernegosiasi" dengan anak, yang penting dia tidak lagi menjerit dan berguling-guling di lantai. Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui seputar perilaku tantrum (mengamuk) yang dilakukan anak. Menurut Dr Brenna E Lorenz, peneliti dari University of Guam, kita perlu memahami mengapa anak mengalami tantrum. Ia mengamuk karena dorongan amarah dari dalam dirinya. Sementara, kemarahan ini berakar dari rasa takut. Misalnya, "Kalau saya tidak mendapat mainan ini sekarang, sampai kapan pun saya tidak akan dibelikan orangtua saya." Rasa takut ini kemudian digantikan oleh rasa sedih karena merasa dia tidak mendapat hal yang ia inginkan. Itu sebabnya, ia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.
Sebagai orangtua, hal terbaik yang perlu dilakukan pada situasi seperti ini bukanlah menyerah pada keinginan anak dan memenuhinya. Meskipun hal ini adalah solusi paling mudah, terutama apabila Anda sudah lelah atau masih harus mengurus anak lainnya. Sekali Anda menyerah, anak akan kembali melakukan hal yang sama karena ia tahu dengan cara itu ia bisa mendapatkan keinginannya. Untuk itu, Anda perlu lebih banyak berbicara dengan anak agar ia terbiasa untuk mengemukakan emosinya dengan cara yang lebih positif.
Lorenz juga memberikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan orangtua saat anak mengamuk:
  1. Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Berfokuslah pada penyebab dia mengamuk dan abaikan perilaku buruknya, hingga akhirnya ia menyadari bahwa cara "berkomunikasi" seperti itu tidak membuahkan hasil.
  2. Hindari menghukum anak. Berteriak atau bahkan memukul anak hanya akan membuat tantrumnya menjadi lebih parah. Dalam jangka panjang, perilaku ini akan ia pertahankan.
  3. Jangan memberi apa yang ia inginkan. Menyerah pada keinginannya hanya akan membuatnya melegalkan aksi tantrum untuk mendapatkan yang ia inginkan.
  4. Jaga agar anak tetap berada dalam keadaan aman meski sedang mengamuk.
  5. Apabila memungkinkan, tempatkan dia di tempat yang khusus agar tidak mengganggu atau melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.
  6. Jangan biarkan reaksi negatif dari orang sekitar Anda memengaruhi bagaimana Anda menangani tantrum anak.

Selasa, 14 Juni 2011

Sebuah Renungan (oleh: Tri Prasetyo Dumadi)

Suatu saat aku membuka facebook dan mulai mencari-cari beberapa nama teman-teman yang dulu aku kenal. Beberapa aku temukan dan aku lihat profile mereka satu-persatu. Begitu banyak perubahan yang terjadi, menyenangkan karena beberapa dari mereka terlihat sukses. Terlihat dari foto-foto yang ada di profile mereka, bagaimana mereka tersenyum dengan latar belakang gerbang kota Paris yang terkenal, daerah bersalju yang tentu ada di eropa karena penunjuk jalan yang ada di foto berbahasa Inggris dan lain sebagainya.

Kemudian aku melihat pada diriku, apa yang sudah terjadi pada diriku? ya.....aku belum pernah ke eropa atau bahkan ke luar negeri yang dekat seperti Singapura, apakah mungkin aku bisa kesana?. Kemudian muncul pertanyaan apa saja yang telah aku lewatkan selama ini? Apa mungkin pernah datang kesempatan yang aku tidak menyadarinya....aku tidak tahu. Waktu akan terus berjalan dan tidak bisa dihentikan. Apa yang telah terlewatkan tidak bisa diulangi lagi dan tentu tidak perlu disesalkan.

Ya yang telah berlalu tidak bisa diulangi yang bisa kita lakukan adalah belajar dari pengalaman dan mempersiapkan diri untuk waktu yang akan datang sehingga kesempatan yang menanti di masa depan tidak akan terlewatkan, ya jangan sampai terlewatkan!



Aku lihat kembali kehidupanku dan aku temukan kebahagiaan yang telah aku dapatkan. Aku menikah dengan wanita yang aku cintai yang selalu menemani dalam segala keadaan kemudian kami dikaruniai buah hati yang begitu menyenangkan dengan tingkah polah mereka.Suatu kebahagiaan yang sempurna dan aku yakin karena mereka juga aku bisa mendapatkan banyak kesempatan di masa yang datang yang akan aku persembahkan untuk mereka yang sangat aku cintai......
host gator coupon Link Bait Service SEO Software